Kenapa Jadi Guru #3

Alasan terakhir kenapa aku jadi guru di pedalaman papua adalah alasan yg sangat personal yaitu aku saat itu mulai kehilangan makna hidup. Setelah bertahun-tahun berkarir di ibukota dgn segala kenyamanan yg ditawarkan aku malah mulai mempertanyakan makna hidup sebagai seorang manusia & makhluk ciptaan Tuhan.
Akupun mencoba mencari makna hidup itu, di suatu moment perenungan aku teringat nasihat mbah kakungku bahwa makna hidup adalah hidup yg bermakna. Bagaimana caranya untuk memiliki hidup yg bermakna. Ada banyak cara, salah satunya adalah membawa kebaikan bagi banyak orang. Dan aku berpikir bahwa kehadiranku nanti sebagai guru dipedalaman kemungkinan bisa membawa kebaikan setidaknya kepada murid-muridku pada khususny, dan masyarakat desa secara umum. Dan juga aku merasa hal itu akan sangat menantang, dan benar, pertama kali menjejak pedalaman papua, aku langsung menyadari bahwa jalan yang keras telah menanti, tetapi sejak hari itu, hidupku berubah. Sekarang aku paham, makna kehidupan bukanlah untuk dilayani, tetapi melayani. Dan hanya jiwa yang bersyukurlah yang bisa melayani.
Dan hari ini aku tak hentinya bersyukur mendapat kesempatan mengajar di pedalaman papua karena disini aku bisa merasakan arti melayani.
Namun ada satu hal yg tak pernah kupikir sebelumnya akan kudapat disini adalah sejak pertama tiba aku langsung mendapat kasih yg tulus dari anak-anak & masyarakat desa. Dulu aku pikir aku akan mendapati tantangan sosiologis dari masyarakat selain juga tantangan geografis. Dulu kupikir orang Papua keras, fakta yang aku temui mereka terbuka dan bersahabat. Keramahan mereka tak diragukan lagi. Hampir semua orang desa yang kutemui dijalan, menyapa hangat dan mengundangku untuk berkunjung kerumahnya.
Pada akhirnya aku selalu berdoa pd sang Khalik bahwa ini bukan akhir dari pengabdianku melainkan awal dari pengabdian-pengabdian lain yang kedepannya akan kusumbangkan untuk tanah airku tercinta.

admin Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *