Kenapa Jadi Guru#2

Aku ingin melanjutkan cerita mengenai alasan kenapa aku akhirnya memutuskan menjadi guru di pedalaman papua. Alasan kedua juga tetap ttg anak-anak tapi ini tentang anakku kelak, bahwa ada hal yg sangat ingin ku ajarkan kepada anakku kelak bahwa “kesuksesan seseorang tak sekedar pada pencapaian nilai akademis yg sempurna atau memenangkan berbagai penghargaan melainkan bagaimana seseorang seseorang memahami perannya dikeluarga serta masyarakat & mengetahui apa yg dpt mereka kontribusjkan kepada masyarakat. Satu hal yg perlu ditekankan bahwa ada hal yg lebih besar daripada memikirkan diri sendiri yaitu hidup yg berguna untuk orang lain”.
Namun saat mengingat kembali nasihat itu aku langsung tertegun dan bertanya apakah aku sudah melakukan apa yg ingin kusarankan kepada anakku kelak. Sungguh akan menjadi sia-sia rasanya ketika menekankan suatu kebaikan yg tidak pernah aku lakukan kepada anakku. Nasehat yang kita sendiri tak lakukan itu takkan sampai kehati orang yang kita nasehati apalagi seorang anak yang lebih peka akan kejujuran kata.
Kemudian aku berpikir bahwa menjadi guru di pedalaman papua bisa mejadi jawaban karena kumerasa menjadi guru dipedalaman berarti perjuangan & pengabdian, selain dituntut hidup & mencerdaskan murid dalam keterbatasan disisi lain harus jg siap menjadi anggota masyarakat yg berkontribusi bagi masyarakat. Seorang guru aku akan dihadapkan oleh banyak permasalahan di sekolah & masyarakat dan aku bertekad untuk ikut menyelesaikannya bersama masyarakat hingga pada akhirnya itulah kontribusiku bagi masyarakat. Aku berharap pengabdianku disini, kelak bisa menjadi cara menjelaskan arti “hidup yg berguna bagi orang lain” ke anakku. Semoga

admin Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *